Senin, 04 April 2011
MEJA MAKAN
Meja Makan Meja makan, selain tempat untuk makan tapi juga ada fungsi lain yang lebih bermakna daripada sekedar tempat bersantap. Di meja makan, banyak hal bisa dilakukan. Syukurlah kalau masih ada di antara kita yang maklum akan fungsi makan bersama dalam keluarga. Namun, faktor kesibukan, membuat acara makan sering tak dapat dilakukan sehingga meja makan kurang berfungsi sebagai “wadah” berdiskusi antara anak dan orang tua. Manusia yang hidup di zaman sekarang, tidak lagi dapat melakukan acara makan keluarga dengan teratur dan rutin. Makan bersama dalam keluarga hanya dapat dilakukan sekali-sekali. Maklum, faktor kesibukan adalah salah satu penyebabnya. Suami dan istri juga sibuk. Anak-anak juga sudah punya agenda masing-masing. Bayangkan, satu keluarga di Jabodetabek, suami dan istri bekerja. Mereka, harus bangun pukul empat pagi, agar lebih awal berangkat kerja menghindari macet. Pada saat itu anak-anak masih tidur, orang tuanya sudah pergi kerja. Pada malam hari orang tuanya pulang ke rumah pukul 10 malam, anak-anak sudah tidur. Bagaimana mau bisa makan bersama di meja makan? “Kebiasaan acara makan malam telah jauh berkurang hanya dalam waktu satu generasi, ini sebagai bukti betapa cepatnya perubahan yang terjadi pada hubungan sosial kita,” kata Robert Putnam dalam buku “Bowling Alone.” Bergesernya kebiasaan itu, diduga akibat biaya hidup yang tinggi membuat suami dan istri harus bekerja lebih lama. Begitu juga, para orang tua tunggal, yang situasi ekonominya biasanya lebih tak menentu, semakin kekurangan waktu berkumpul bersama keluarga. Termasuk kehidupan yang serbasibuk dewasa ini mendorong orang menyantap makanan siap saji (instant) dan makanan cepat masak. Tak terkecuali anak-anak pun punya kegiatan, seperti olah raga dan kegiatan lain setelah jam sekolah. Selain kesibukan, para orang tua lebih suka pulang ke rumah saat anak mereka sudah tidur ketimbang direpotkan oleh segala kegaduhan makan malam. Ada juga orang tua mendahulukan anak-anaknya makan lebih dahulu dan suami istri makan belakangan setelah anak-anak selesai makan. Padahal, acara makan keluarga memberikan kesempatan istimewa kepada orang tua memperhatikan kesejahteraan emosi anak-anak. “Meja makan tempat yang nyata bagi anak-anak memperoleh perhatian orang tua secara rutin dalam suasana santai,” ujar Miriam Weinstein dalam bukunya “The Surprising Power of Family Meals.” Diakui, acara makan malam keluarga mungkin bukan solusi atas semua problem, namun hal itu tampaknya merupakan jalan keluar yang relatif mudah.” Acara makan keluarga juga membantu anak-anak menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan sehat. Pusat Nasional AS untuk “Penanganan Kecanduan dan Penyalahgunaan Zat Berbahaya” di Columbia University mendapati, anak-anak muda yang makan bersama keluarga, mereka sekitar lima kali seminggu mengalami lebih sedikit problem yang berkaitan dengan kecemasan, kebosanan, atau kurangnya minat dan mereka mendapat nilai-nilai yang lebih baik di sekolah. “Saya percaya, acara makan keluarga memberikan kepada anak-anak kestabilan emosi,” kata Eduardo, pria setengah baya dari Spanyol. Putri-putri saya tidak khawatir, tambah Eduardo, tentang kapan mereka bisa cerita kepada kami. Pada saat makan keluarga ada kesempatan yang ideal setiap hari. Sebagai ayah, kesempatan ini membantu saya selalu mengetahui problem putri-putri saya. “Apabila makan bersama menjadi rutin, anak-anak merasa diperhatikan. Memberi mereka perasaan aman dalam lingkungan keluarga yang hangat dan penuh kasih,” jelas Esmeralda, ibu dua putri. Acara makan keluarga juga kesempatan bagi orang tua memerhatikan kerohanian anak-anak mereka. Allah menganjurkan bangsa Israel meluangkan waktu bagi anak-anak guna menanamkan nilai-nilai rohani dalam hati mereka (Ulangan 6:6-7) Usai bersantap, lalu berdoa bersama dan membaca ayat Alkitab, acara makan keluarga menjadi acara rohani yang sangat menyenangkan. Usai bersantap, banyak hal menarik bisa dilakukan di meja makan. Peran orang tua sangat penting agar suasana di sekitar meja makan tetap menarik, menejukkan dan bersahabat. Orang tua sebaiknya punya waktu dan harus siap memimpin “diskusi” serta memberi kesempatan bagi keluarganya menyampaikan apa yang dipikirkan dan juga masalah yang dihadapi, di sekolah atau sesama temannya. Dalam percakapan orang tua harus menciptakan kebebasan mengeluarkan pendapat. Pendapat mereka harus diperhatikan dan dihargai. Ciptakanlah pola pikir positif, agar anak-anak terbiasa menerima perbedaan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Orang tua harus bijaksana, jangan terlalu dominan sebagai “penguasa” dalam diskusi, yang lebih tau akan segala hal. Jika kehidupan Anda dikepung kesibukan, acara makan keluarga salah satu cara untuk dapat berbicara dari hati ke hati kepada orang yang Anda kasihi di meja makan. bas
JUMAT HITAM 17 JULI
Bom itu tidak saja mengejutkan, tapi membuat kita marah, sedih, bahkan beberapa orang menangis ketika dua ledakan dalam tempo 10 menit menewaskan sembilan orang serta melukai 62 orang lainnya di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott di Jakarta. Tapi siapa tau ada orang yang riang gembira menyaksikan tragedi itu karena tujuan mereka berhasil membuat kekacauan di negeri ini? Presiden Susilo Bambang Yudhono pun ikut berang atas pengeboman itu. “Memang ada segelintir orang di negeri ini yang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkaramurkaan,” kata SBY dalam pidatonya. Memang, teror bom sudah lama menghantui negeri ini. Sejak tahun 2000 sudah 10 kali terjadi pengeboman. Yang terbesar adalah bom Bali, Oktober 2002 yang merenggut nyawa 202 orang. Sedangkan Hotel JW Marriott sudah dua kali dihantam bom. Pertama 2003 yang menewaskan 11 orang. Betul, polisi tidak henti-hentinya melancarkan operasi termasuk penangkapan teroris terus dilakukan. Begitu juga eksekusi mati atas pelaku bom Bali seperti Amrozi dan Imam Samudra cs. Meskipun otak pengeboman Noor M Top sampai saat ini belum tertangkap. Direktur International Crisis Group Sidney Jones mengatakan kuat dugaan bom bunuh diri dilakukan oleh teroris kelompok lama di sekitar Noor Din M Top. Ia yakin ledakan di Marriott dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta adalah kelakuan warga Negara Malaysia yang jadi buron. “Polanya sama, bunuh diri dan yang jadi target hotel,” katanya. Karena ini bom bunuh diri, hampir bisa dipastikan kelompok ekstremis Islam dan “kandidat” paling mungkin adalah kelompok yang ada di sekitar Noor Din M Top. “Bukan berarti ini satu-satunya kemungkinan, tapi yang jelas ini paling kuat,” katanya kepada Tempo. Namun bekas tokoh Jamaah Islamiyah, Abu Rusdan (48) mengatakan, kecil kemungkinan Noor Din terlibat. Soalnya, Noor Din kini dalam keadaan sulit setelah jaringan dipotong polisi melalui sejumlah penangkapan. Gerakan Noor Din saat ini makin sempit dan tak terkendali. Kelompok ini sejak empat tahun lalu sulit mendapatkan pemimpin yang sudi bertanggung jawab atas aksi-aksinya. Tragedi Jumat hitam 17 Juli ini susah dipahami, apakah bermuatan politik, agama, persaingan bisnis? Meskipun sulit dimengerti, tapi yakinlah, aksi teroror itu dikecam semua pihak, termasuk kalangan umat Islam. Buktinya, Ketua Umum Majelis Silahturahmi Kiai dan Pondok Pesantren Seluruh Indonesia, KH Noor Iskandar SQ menegaskan, Islam melarang aksi kekerasan terorisme. Larangan itu tertuang dalam Al-Quran dan Al-Hadist, umat Islam dilarang membunuh sesama manusia. Bahkan melukai dan membunuh diri sendiri, seperti pada bom bunih diri, Islam juga dengan tegas melarangnya. KH Noor Iskandar SQ menambahkan, melakukan jihad bukan dengan seperti itu caranya. Ulama sepakat, umat Islam dapat berjihad jika diusir dari negaranya dan kita wajib melakukan perlawanan atau berjihad memerangi kebodohan dan kemiskinan. Apa yang dilakukan para teroris jauh dari maksud jihad. “Saya menilai, makna dan maksud jihad telah diartikan secara sempit oleh mereka,” kata Noor Iskandar kepada Batak Pos. Menurut Noor Iskandar, dalam bermasyarakat perlu saling komunikasi, tidak hanya hubungan komunikasi kepada Tuhan, namun juga kepada manusia. Saling mengingatkan jika ada saudara-saudara yang melanggar ketentuan dengan melaporkannya kepada yang berwenang. Termasuk juga peran kiai dan ulama untuk bersama-sama menjaga umat agar tidak menyimpang dari ajaran Al-Quran dan Hadist. Selain saling mengingatkan, kita harus terus menerus mempromosikan nilai-nilai solidaritas, kesetiakawanan, dialog, persahabatan dan silahturahmi. Sebab, hakekat kesetiakawanan adalah kawan setia tanpa memandang agama, nasionalitas, status sosial dan suku. Selama ini kita terlalu sering mempertontonkan kebencian, kekerasan dan nyaris tidak suka kepada hal-hal yang berbeda. Berbeda agama, suku, politik langsung mengganggap musuh yang harus dilenyapkan. Bahkan matipun rela, dengan cara bom bunuh diri seperti tragedi Jumat hitam 17 Juli di Marriott dan Ritz-Carlton. Aneh bin tolol. (baharuddin silaen)
TOKOH AGAMA MINTA PEMERINATH JUJUR
Tokoh agama yang mengadakan pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta belum lama ini, membahas masalah yang dihadapi bangsa ini. Mereka resah karena pemerintah dinilai tak jujur dalam penanganan berbagai masalah bangsa. Pemerintah juga dipandang belum membuktikan komitmen dalam beragam persoalan mendasar, seperti penegakan hukum, pemberantasan korupsi, tenaga kerja , penghormatan hak asasi manusia dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pada kesempatan itu Safii Maarif mengatakan, pertemuan para pemimpin agama itu dilakukan dalam konteks kecintaan terhadap Indonesia. Namun, perubahan harus konstitusional dan menghindari pertumpahan darah. Franz Magnis-Suseno menyatakan, Indonesia memang tidak tumbuh seperti China dan India, karena Indonesia mengandalkan ekstraksi kekayaan alam daripada produksi. Karena itu, ia mengeritik pengeritik pemerintah yang gandrung dengan wacana neoliberalisme yang sering dipakai untuk alat pemukul. “Tidak sesederhana itu,” katanya. Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap menyatakan, walaupun berbagai pihak sepakat dengan esensi kritik yang hendak disampaikan kepada pemerintah serta partai-partai politik, perumusan pesan harus tetap disampaikan seefektif mungkin sehingga tidak kontraproduktif dan menghabiskan energi. Menurut Sri Pannyavaro, yang menjadi masalah besar kalau pemimpin itu bohong, tetapi ia tidak merasa kebohongan itu sebagai kesalahan. “Itu namanya merasa benar dan jalan sesat,” kata Sri Pannavaro. Pengamat hukum JE Sahetapy yang hadir dalam pertemuan itu meminta agar segera dilakukan tindakan nyata daripada wacana-wacana. Hadir pada pertemuan itu antara lain: Ahmad Syafii Maarif, Ketua Umum PGI, Pdt Andreas A Yewangoe, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Koferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap, tokoh agama Buddha Sri Pannyavaro, tokoh Nahdlatul Ulama Salahuddin Wahid, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia I Nyoman Udayana Sanging dan rohaniwan Romo Franz Magnis-Seno. bas/kps Sudah diedit bas
TOMAT PELINDUNG TUBUH DARI PENYAKIT KRONIS
Untuk mendapatkan kadar lycopene yang cukup, disarankan kaum pria sebaiknya mengonsumsi tomat, minimal lima kali setiap minggu. Ternyata, antioksidan banyak ditemukan pada buah, sayuran dan buah berwarna, seperti tomat. Buah tomat mengandung lycopene, pigmen, karoten yang dikenal sebagai pemasok antioksidan yang sangat potensial. Beberapa penelitian membuktikan keampuhan lycopene tersebut. Misalnya dalam jurnal CMAJ, Sanjiv Agarwal dan Akkinappally Venketeshwer Rao, menyebutkan, diet yang mengandung tinggi lycopene berpengaruh positif sebagai pelindung tubuh dari penyakit kronis. Hal ini jelas berita yang sangat mengembirakan. Apalagi, buah dan sayuran kini sedang gencar-gencarnya direkomendasikan sebagai pola makan sehat, ditambah lagi manfaatnya bisa sebagai pelindung penyakit yang kini banyak ditakuti. Sebut saja hasil penelitian yang dirilis Canadian Medical Association Journal (CMAJ) beberapa waktu lalu, menyebutkan, sekitar 50 persen dari semua jenis kanker disebabkan oleh cara makan salah. Kerusakan sel oksidatif diperkirakan sebagai bagian yang berperan dari terjadinya penyakit kronis tersebut. Mengosumsi makanan yang mengandung antioksidan diduga para ahli bisa mengatasi, paling tidak, mengurangi resiko terkena penyakit kanker. Keampuhan tomat mengatasi kanker, sudah banyak yang membuktikannya. Salah satu adalah Dr Edward Giovannucci dari Harvard Medical School, Boston. Disebutkan dalam 72 penelitian tentang tomat yang dilakukan selama 10 tahun, terungkap bahwa 57 bpenelitian menunjukkan hasil nyata bahwa resiko kanker dapat berkurang dengan mengosumsi tomat. “Tiga puluh lima penelitian telah menunjukkan bukti yang kuat bahwa terdapat hubungan antara konsumsi tomat dengan menurunnya resiko kanker,” kata Giovannucci. Para peneliti juga menyebutkan jenis-jenis kanker yang dapat dikurangi resikonya karena tomat. Misalnya; kanker prostate, kanker paru-paru dan kanker kelenjara. Disebutkan juga, bahwa konsumsi tomat ternyata berhubungan serta dengan menurunnya tingkat penderita kanker leher, kanker usus, kanker pancreas, kanker payudara dan kanker mulut. Namun, belum diketahui secara jelas bagaimana tomat dapat melawan penyebaran dan perkembangbiakan kanker. Tetapi para ahli yakin, misterinya terdapat dalam lycopene itu sendiri. Senyawa yang banyak ditemui dalam tomat ini merupakan antioksidan yang sangat kuat dan melindungi sel-sel dari kemungkinan terkena kanker. Terkait pencegahan kanker prostate, ternyata lycopene bisa menurunkan resik kanker prostate sampai 45 persen. Demikian juga kandungannya dalam darah bisa menurunkan angka kejadian kanker prostat pada yang bersangkutan. Sebab itu, untuk mendapatkan kadar lycopene yang cukup, disarankan kepada kaum pria sebaiknya mengosumsi tomat, minimal lima kali setiap minggu. Selain buahnya yang segar, juga bisa menikmati tomat dengan berbagai cara. Mulai dari saus tomat, jus tomat, atau mencampurnya dengan jenis sayur atau buah lain. Selamat mencoba. bas
Ngolu ni Huria na Mangolu
Pdt Dr Darwin Lumbantobing kembali menyumbangkan karya melalui buku “Noglu ni Huria na Magolu.” Buku ini memuat dokumen tua yang mengisahkan derap langkah kehidupan gereja yang diangkat dari “bericht” (Barita Jujur Taon) periode 1881-1918. Terus terang dokumen ini benar-benar nyaris tak dimiliki perpustakaan di Indonesia maupun perpustakaan STT HKBP Pematangsiantar. Beruntung dokumen berharga ini dapat “diselamatakan” oleh Darwin Lumbantobing setelah melalui perjuangan dan perjalanan panjang ke Jerman. Yang waktu itu dia diundang UEM, menghadiri peringatan 175 tahun Dr Ingwer Ludwig Nommensen, yang diselenggarakan 6 Februari 2009 di kantor UEM, Wuppertal, Barmen, Jerman. Darwin tak menyia-nyiakan kesempatan itu hingga bisa menemukan tumpukan bericht yang disimpan rapi di perpustakaan VEM (Archive-und Museumsstiftung) Yayasan Arsip dan Museum, Wuppertal. Ini pun tak lepas dari kebaikan Wolfgang Apelt, Kepala Bagian Arsip/Perpustakaan VEM membantu Darwin mengumpulkan bericht tersebut. Ada 72 bericht Huria Batak yang disajikan dalam buku ini. Bericht ini berisi kehidupan gereja antara 1902 hingga 1910. Dimulai dari bericht yang dikirim Pdt Daniel Matondang, Januari 1902 dari Huria Simanosor. Di bagian terakhir bericht edisi 25 Juni 1910, dikirim Pdt Markus Siregar dari Huria Lobu Matongga. Bericht ini sekaligus gambaran dari para pendeta yang tekun dan rajin menuliskan kejadian yang terjadi di lingkungan gereja dan juga peristiwa yang terjadi pada masyarakat setempat. Selain “Barita Jujur Taon” dalam buku ini juga diuraikan pengertian teologis; tohonan, rapot pandita, parminnguon, parsorion ni pandita, ngolu partondion ni ruas, pandita maradophon Raja Ihutan. Banyak hal baru ditemukan setelah membaca buku yang diterbitkan L-SAPA Pematangsiantar ini. “Sopot di bona ni parjongjong ni huria Batak, manigor pandohan pandita do dipangke tu partohonan, na mangula manang marhobas di huria. Asa molo tajaha bricht huria sian taon 1862 tu taon 1930, nunga dapot hita di si pandohan pandita manang tuan pandita, jala ndang adong di si pandohan domine. Dung pe hira taon 1940, lumobi dung adong marsiajar sikola pandita anak ni huria Batak tu Batavia adong ma pandohan domine.” (hal.1) Begitu juga berbagai peristiwa, kesaksian warga, pergumalan gereja serta liku-liku kehidupan pendeta—semua ditulis berdasarkan fakta autentik. Kemudian dituangkan ke dalam bericht dengan gaya pelaporan yang jujur. Meskipun sederhana namun mengandung unsur-unsur: apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (5W+1H) Inilah membuat bericht yang ditulis para misionaris dan pendeta ini mempunyai nilai plus—karena didukung data yang akurat sehingga menarik dibaca. Begitu juga alur cerita, disajikan seperti gaya penulisan novel yang dibingkai sastra Batak. Pola penulisannya pun seragam. Bahkan warna bahasa Bibel sangat terasa dalam setiap bericht. Jumlah halaman tidak sama. Ada hanya tiga halaman dan ada 10 halaman. Pokoknya, membaca bericht ini tidak bosan—mengalir lancar. Contoh bericht “Parlagutan Sigolang” (Sidjorang, 20 Januari 1902) “Di huta on do inganan ni guru na ruar sian Sikola Tinggi Depok na margoar Jason. Ai anggo guru Willem nunga lao tu Matongga rap dohot tuan Irle. Ianggo haroroan ni raja na di huta on, humombar saotik tu guru i, jadi ndang pola be sadia parkaro binege sian nasida, na marbalik pe ndang adong. Angka dakdanak na metmet pe ringgas do nasida marsurusa tu sikola, asa adong ajaran ni guru i. Sian Sipange pe adong do anak sikola, alai anggo parguru ndang adong.” (hal. 64) Penulis buku ini mengakui, tetap mempertahankan teks aslinya dan tidak merobahnya sama sekali—termasuk ejaan. Boleh saja dipertahakan teks aslinya, tapi hal yang bisa mengganggu bagi pembaca perlu juga dipertimbangkan. Misalnya, merpebaiki (mengedit) ejaan, penulisan kata, boleh-boleh saja, asalkan tidak merubah makna isi tulisan. Apalagi pembaca masa kini sudah asing terhadap ejaan lama. Seperti: radja, djadi, djamita, burdju, djumolo, pardjamita, gindjang dan gandjang. Kemudian; hoeta, goeroe, hoehoet, sintoea, Toehan, maroedjoeng, lamboeng, atoran, minggoe dan hoehoet. Kalaupun kata-kata ini disesuaikan dengan ejaan baru, tidak akan menghilangkan makna dari kata maupun arti dari kalimat. Namun yang pasti, buku yang disusun (dipatomutomu) Pdt Darwin Lumbantobing ini perlu dibaca; pendeta, sintua, mahasiswa teologi, warga gereja untuk menambah wawasan mengenai kehidupan Huria Batak zaman Ephorus Dr IL Nommensen. Buku ini bukan hanya menajikan bericht, tapi juga menguraikan makna kehidupan gereja dan “ngolu ni huria na mangolu” dari sudut pandang teologis. bas
Yesus Bagi yang Saleh dan Sekuler
John Shelby Spong penulis buku “Yesus bagi Orang Non Religius” bersikukuh menggugat doktrin yang diimani orang saleh dalam kurun waktu yang cukup panjang. Buktinya, ia tidak meragukan Yesus sebagai Tuhan, tapi ia tidak ingin menyembah suatu Allah yang tidak dapat ditatang atau setia pada suatu tradisi yang mengharuskan mengunci rapat-rapat pikiran. Yesus sebagai seorang wisatawan sorgawi yang datang dari Allah di balik langit melalui suatu kelahiran ajaib dan yang ketika karyanya sudah selesai kembali kepada Allah itu melalui suatu perjalanan kosmik. Bagi John Shelby Spong penulis bestseller “The Sins of Scripture” ini, kisah ajaib itu sesuatu yang secara harfiah tidak masuk akal, tetapi juga sedikit lebih dari uraian teologis yang berbelit-belit dan sukar dipahami. “Mereka tidak mengerti bahwa mereka sebetulnya telah mengubur Yesus di dalam peti dan suatu dunia lain, suatu waktu lain dan suatu tempat lain,” papar Spong. Pada ulasan lain ia mengimbuhkan argumen yang radikal sekitar kelahiran Yesus. Tidak ada bintang di atas Betlehem. Tempat lahir Yesus di Betlehemn bukan sejarah. Nabi Mikha tidak meramalkannya. Sebuah bintang tidak memberitahukannya. Para Majus tidak mengikuti bintang itu. Bintang itu tidak membawa mereka ke istana raja atau ke rumah Betlehem, tempat yang dikatakan oleh tradisi sebagai tempat kelahiran bayi Kristus. Para Majus tidak mempersembahkan emas, mur dan kemenyan. “Semua rincian ini adalah bagian dari sebuah mitologi yang sedang tumbuh yang harus dipisahkan dari Yesus jika kita ingin melihatnya sebagaimana dia adanya.” Tempat kelahiran Betlehem adalah suatu bagian lain dari suatu tradisi tafsir mesianik yang sedang berkembang. Jika sejarah adalah agenda utama kita, pada perayaan Natal kita harus bernyanyi “Hai kota mungil Nazaret” sebab kota inilah yang kuat kemungkinan sebagai tempat di mana orang yang dikenal sebagai Yesus dari Nazaret dilahirkan. “Ada apa dengan Yesus ini, sehingga membuat orang merasa perlu menyelimuti kelahirannya dengan asal-usulnya dari Betlehem dan dengan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban?” (hal. 28) Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Umum ini pun, berupaya membeberkan kisah orang tua Yesus dari sudut pandang Matius, Markus, Lukas dan sumber tertulis yang dinamakan Q (Jerman Quelle—sumber) “Bukankah ia ini anak tukang kayu. Bukankah ibunya bernama Maria?” (Matius 13:55) Bagi Spong ayat ini rupanya menggugah, kenapa musti melibatkan Maria? Apakah nama itu sekedar melengkapi atau mempertanyakan siapakah sesungguhnya Maria? “Hanya dari penulisan ulang oleh Matius atas perikop Markus ini muncul tradisi Yusuf sebagai seorang tukang kayu. Matius melicinkan teks Markus sehingga teks ini selaras dengan perikop tentang kelahiran ajaib Yesus yang baru ia masukkan ke dalam injilnya.” “Saya tidak percaya bahwa orang bernama Yusuf ini, yang menjadi ayah insani yang melindungi Yesus, pernah hidup. Teks-teks yang kita teliti di atas mendukung pernyataan saya ini. Yusuf dari awal sampai akhir adalah sosok mitologis ciptaan murni penulis yang kita sebut Markus.” (hal. 40) “Saya tidak berpikir ada orang yang mengetahui siapa ayah Yesus, termasuk para penulis Perjanjian Baru. Markus tidak pernah mengatakannya. Matius dan Lukas mengatakan bahwa Roh Kudus adalah ayah Yesus sebenarnya. Injil Yohanes, yang sering disebut Injil Keempat, menyingkirkan kisah kelahiran ajaib Yesus, tetapi merujuk pada Yesus sebabagai anak Yusuf pada dua kesempatan (Yohanes 1:45; 6:42)” Menurut penulis buku yang aslinya “Jesus for the Non-Religions” ini, alasan mengapa Yusuf tetap menjadi sosok tidak jelas sepanjang sejarah Kristen, karena ia memang merupakan karakter sastrawi sejak dari awalnya, diciptakan dari mitologi interpretatif yang berkembang. Memang, Spong tidak serta-merta menerima mitos interpretatif yang menyelimuti kehidupan Yesus dari sisi pemahaman tradisionil. “Namun, kendatipun telah mengatakan itu, saya tetap seorang Kristen yang setia. Saya masih meyakini kebenaran yang ditemukan dalam realitas asasi yang saya namakan Allah dan saya masih melihat di dalam Yesus keallahan dan kemanusiaan menetap sepenuh-penuhnya.” (hal. 84) Terus terang, banyak informasi dijumpai saat membaca buku ini, bahkan membuat yang saleh akan geleng-geleng kepala dengan paparan John Shelby Spong yang amat berani. Soalnya, penulis yang juga dosen tamu di berbagai universitas di Amerika Utara ini, hendak membersihkan potret Yesus dari batas-batas agama yang dipahami secara tradisionil. Buku ini bisa dijadikan refrensi perbandingan serta pantas dibaca para teolog, mahasiswa dan pendeta yang melayani di abad 21 ini. (bas)
Wortel Penyangkal Kanker dan Jantung
Wortel selain harganya terjangkau, juga gampang dicari, di pasar tradisionil maupun di pasar modern, supermarket. Bukan itu saja, jenis umbian berwarna oranye ini ternyata banyak khasiatnya bagi kesehatan. Sayuran yang mengandung beta-karoten ini salah satu alternatif menyelematkan perokok aktif maupun pasif dari ancaman racun asap rokok. Berdasarkan hasil penelitian para ahli dari Kansas State University yang membahas hubungan antara vitamin A, radang paru dan emphysema—kondisi di mana paru-paru bengkak karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Defenisi vitamin A juga bisa menyebabkan terjadinya emphysema. Penelitian ilmiah yang dipimpin Baybutt itu mengindikasikan bahwa makanan yang mengandung banyak vitamin A bisa membantu mengatasi efek penyebab kanker yang dihasilkan asap rokok. Sebab itu, bisa menurunkan risiko terjadinya emphysema. Richard Baybutt, guru besar nutrisi dari Kansaas University mengungkapkan, penyebab kanker yang ditimbulkan asap rokok—benzo(a)pyrene, ternyata muncul pada mereka yang mengalami defisiensi vitamin A. Fakta inilah yang bisa dijadikan acuan menjawab pertanayaan, mengapa tidak semua perokok mengalami emphysema atau penyakit paru-paru lainnya? Malah banyak perokok yang bisa hidup panjang umur dan sehat sampai usia 90 tahun. “Alsannya, karena mereka mengonsumsi makanan tepat. Dalam hal ini yang mengandung vitamin A,” ujar Baybutt. Sejauh ini vitamin A bisa diperoleh dari wortel, sayuran yang banyak kita temukan di mana pun, termasuk di pasar-pasar tradisionil. Kandungan beta-karoten di dalam wortel akan dikonversikan ke dalam tubuh menjadi vitamin A. Rupanya, wortel diam-diam sudah menjadi legenda. Coba tanya pada teman, apa sih manfaat wortel? Pasti jawabnya, untuk kesehatan mata.Betul, kandungan beta-karoten yang ada dalam wortel memang membantu menjaga penglihatan, terutama pada malam hari. Setelah konversikan menjadi vitamin A dalam organ hati, vitamin ini akan segera menuju jalur retina, tempat senyawa tersebut akan ditransform menjadi rhodopsin—pigmen ungu yang berperan penting dalam penglihatan saat malam hari. Beta-karoten juga dapat memperkuat aksi antioksidan yang membantu menyediakan perlindungan dalam melawan masalah degenerasi dan juga pembentukan katarak serta penyebab kebutaan karena usia. Manfaat lain dari wortel yang masuk marga daucus carota ini memang dikenal sebagai sumber antioksidan dan karoten (beta dan alpha). Senyawa antioksidan pada wortel membantu melindungi serangan penyakit jantung dan kanker. Sejumlah studi epidemiologi memperlihatkan adanaya hubungan antara konsumsi karoten bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Salah satu penelitian yang dilakukan terhadap 1.300 orang berusia lanjut, yang mengonsumsi sedikitnya satu buah wortel dalam satu hari, terbukti adanya penurunan risiko serangan jantung sekitar 60 persen. Kandungan karotennya membuat wortel menjadi sayuran yang diburu untuk kesehatan. Bayangkan, hanya dalam satu cangkir wortel terdapat 16,679 IUs beta-karoten dan 3,432 REs (ekuivalen retinol) Atau kata lain, ada sekitar 688,3 persen RDA vitamin A dalam secangkir wortel. Hebat. Masukan karoten tinggi berkaitan erat dengan penurunan sekitar 20 persen risiko kanker payudara pada periode postmenoupausal dan penurunan lebih dari 50 persen kejadian kanker kandung kemih, leher rahim, prostat, usus, kerongkongan dan kanker tenggorokan. Wortel selain bisa dimakan segar, tapi juga bisa dikukus, kemudian dibuat semacam puree kentang. Cara memasak seperti ini terbukti tidak mengurangi nilai gizinya. Ahli gizi, Prof Luke Howard dan asistennya, ST Talcott dan CH Brenes mengukur kadar antioxidant pada wortel segar dan wortel yang sudah dikukus. Hasilnya wortel yang sudah dikukus mengandung kadar antioksidan lebih tinggi dibanding wortel segar. Hasil penelitian ini juga dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, yang dipublikasikan the American Chemical Society. Jadi anggapan sayuran segar itu lebih sehat, tidak selalu benar,” kata Howard. Selamat mencoba. Masukkan wortel dalam makanan Anda. bas/ dari berbagai sumber .
Langganan:
Postingan (Atom)
